Raka Arief Fadilah, . (2026) Tindak Tutur Direktif Dalam Pembelajaran Dialog Negosiasi Siswa Kelas X. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (197kB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (243kB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (519kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur direktif dalam pembelajaran dialog negosiasi. Penelitian dilakukan dari Oktober hingga November 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dialog negosiasi yang dilakukan oleh siswa dan penjual, dengan teknik transkripsi data. Hasil penelitian menunjukkan tuturan yang mengandung tindak tutur direktif dari 4 pararton dialog teks negosiasi pada siswa ditemukan sejumlah 38 tuturan yang mengandung direktif. Berdasarkan hasil data yang telah di analisis, ditemukan paling besar adalah tindak tutur direktif meminta dengan kriteria Interogatif meminta (Itm) dengan jumlah data 25 dengan presentase 9,5%. Lalu, tindak tutur direktif yang mempunyai jumlah paling banyak kedua adalah tindak tutur direktif menyarankan dengan kriteria deklaratif saran (Ds) dengan jumlah 6 data dengan presentase 2.28%. Lalu, tindak tutur direktif paling banyak ketiga adalah tindak tutur direktif memohon dengan kriteria kata memperhalus permintaan (Kmp) dengan jumlah 3 dengan presentase 1,18%. Lalu, tindak tutur direktif yang mempunyai jumlah paling banyak keempat adalah tindak tutur direktif meminta dengan kriteria deklaratif meminta (Dm) dengan jumlah 2 data dengan presentase 0,76%. Dan terakhir, tindak tutur direktif yang memiliki jumlah yang sama adalah tindak tutur direktif meminta dengan kriteria imperatif meminta (Im) dan tindak tutur direktif perintah dengan kriteria imperatif langsung (Il). Semua memiliki jumlah yang sama, yaitu 1 direktif dengan presentase 0,38%. .Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam pembelajaran dialog negosiasi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas X SMA untuk meningkatkan keterampilan berbicara, khususnya dalam pembelajaran negosiasi. Dengan demikian, tindak tutur direktif dalam pembelajaran negosiasi memiliki potensi edukatif yang signifikan dalam mendukung pembelajaran bahasa Indonesia. ****** This study aims to describe the use of directive speech acts in negotiation dialogue learning. The study was conducted from October to November 2025 using a qualitative descriptive method. Data were collected from negotiation dialogues conducted by students and sellers using data transcription techniques. The results showed that 38 utterances containing directive speech acts were found in four paragraphs of negotiation dialogues. Based on the data analysis, the most frequent directive speech act was the requesting directive, with 25 items representing an interrogative request (ITM), representing 9.5%. The second most frequent directive speech act was the suggesting directive, with 6 items representing a declarative suggestion (DS), representing 2.28%. The third most frequent directive speech act was the requesting directive, using the softening word request (Kmp), with 3 instances, representing 1.18%. The fourth most frequent directive was the requesting directive, using the declarative request (Dm), with 2 instances, representing 0.76%. Finally, the same number of directive speech acts were the requesting directive, using the imperative request (Im), and the commanding directive, using the direct imperative (Il). All had the same number of instances, namely 1 directive, representing 0.38%. The implications of this study indicate that directive speech acts in negotiation dialogue learning can be utilized as a learning medium for 10th-grade high school students to improve their speaking skills, particularly in negotiation learning. Thus, directive speech acts in negotiation learning have significant educational potential in supporting Indonesian language learning.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Sintowati Rini Utami, M.Pd 2). Nur Sekhudin, S.Pd., M.Hum |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia |
| Divisions: | FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Raka Arief Fadilah . |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:25 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:25 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/65891 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
