BUDAYA HIBRIDA SISWA DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN PANCASILA DI JAKARTA TAIPEI SCHOOL: SUATU TINJAUAN ETNOGRAFI

SITI AULIA RAHMAH, . (2026) BUDAYA HIBRIDA SISWA DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN PANCASILA DI JAKARTA TAIPEI SCHOOL: SUATU TINJAUAN ETNOGRAFI. Magister thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (680kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (340kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (644kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (512kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (940kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (677kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (274kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk budaya hibrida siswa, proses negosiasi budaya hibrida, serta proses terbentuknya budaya hibrida dalam praktik Pendidikan Pancasila di Jakarta Taipei School (JTS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yang dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari Desember 2025 hingga Mei 2026. Informan penelitian terdiri atas 12 siswa yang meliputi siswa Warga Negara Indonesia etnis Tionghoa, siswa Warga Negara Asing, dan siswa dari keluarga perkawinan campuran, dua guru Bahasa Indonesia sebagai informan kunci, serta satu expert opinion. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya hibrida siswa tercermin dalam praktik kehidupan multibahasa, perpaduan nilai-nilai budaya Indonesia, Taiwan, dan global, serta berkembangnya budaya sekolah yang inklusif. Proses negosiasi budaya berlangsung melalui interaksi sehari-hari, pembelajaran Pendidikan Pancasila, dan berbagai aktivitas sekolah yang menjadi ruang dialog antarbudaya. Nilai respect berkembang sebagai mekanisme utama yang memungkinkan siswa mempertahankan budaya asal sekaligus membangun budaya bersama tanpa menimbulkan konflik budaya. Hambatan bahasa, perbedaan makna budaya, dan ambivalensi budaya menjadi bagian dari proses adaptasi dalam kehidupan sekolah. Melalui pendekatan etnografi, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya hibrida merupakan praktik sosial yang terus dibangun melalui interaksi, negosiasi, dan pemaknaan bersama dalam kehidupan sekolah multikultural. Pendidikan Pancasila berperan sebagai ruang budaya (cultural space) yang mempertemukan budaya lokal, nasional, dan global sehingga mendukung terbentuknya budaya sekolah yang inklusif dan memperkuat praktik kewarganegaraan dalam masyarakat multikultural dan transnasional. Kata Kunci: Budaya Hibrida, Pendidikan Pancasila, Etnografi, Sekolah Internasional, Budaya Sekolah, Kewarganegaraan Multikultural. ***** This study aims to analyze the forms of students' hybrid culture, the process of hybrid cultural negotiation, and the formation of hybrid culture within the practice of Pancasila Education at Jakarta Taipei School (JTS). The study employed a qualitative approach using an ethnographic method and was conducted over a six-month period, from December 2025 to May 2026. The participants consisted of 12 students, including Indonesian students of Chinese descent, foreign students, and students from mixed-nationality families, two Indonesian language teachers as key informants, and one expert opinion informant. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that students' hybrid culture is reflected in multilingual practices, the integration of Indonesian, Taiwanese, and global cultural values, and the development of an inclusive school culture. The process of cultural negotiation occurs through everyday interactions, Pancasila Education, and various school activities that function as spaces for intercultural dialogue. Respect emerges as the primary mechanism enabling students to preserve their cultural backgrounds while simultaneously developing a shared culture without generating cultural conflict. Language barriers, differences in cultural meanings, and cultural ambivalence become part of the adaptation process within the school environment. Through an ethnographic approach, this study demonstrates that hybrid culture is a social practice continuously constructed through interaction, negotiation, and shared meaning-making within a multicultural school setting. Pancasila Education functions as a cultural space that connects local, national, and global cultures, thereby fostering an inclusive school culture and strengthening citizenship practices within multicultural and transnational societies. Keywords: Hybrid Culture, Pancasila Education, Ethnography, International School, School Culture, Multicultural Citizenship.

Item Type: Thesis (Magister)
Additional Information: 1). Dr. Yasnita, S.Pd., M.Si. ; 2). Prof. Dr. Etin Solihatin, M.Pd.
Subjects: Pendidikan > Evaluasi Pendidikan
Pendidikan > Teori, Penelitian Pendidikan
Divisions: FIS > S2 PPKN
Depositing User: Siti Aulia Rahmah .
Date Deposited: 23 Jul 2026 04:20
Last Modified: 23 Jul 2026 04:20
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/66895

Actions (login required)

View Item View Item