AHMAD NABIL HISYAM, . (2026) MERANTAU SEBAGAI KEBERLANJUTAN NILAI-NILAI KEMINANGKABAUAN Studi Kasus Keluarga Mahasiswa Minangkabau Universitas Negeri Jakarta. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (847kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (692kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (943kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (498kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (654kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman merantau mahasiswa Minangkabau di Jakarta sebagai bagian dari keberlanjutan nilai-nilai keminangkabauan dalam kehidupan urban. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman mahasiswa Minangkabau anggota Keluarga Mahasiswa Minangkabau Universitas Negeri Jakarta (KMM UNJ), peran KMM UNJ sebagai ruang sosial mahasiswa rantau, serta cara mahasiswa mempertahankan, menyesuaikan, dan melanjutkan nilai-nilai keminangkabauan di tengah kehidupan kampus yang multikultural, modern, dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Kasus yang dikaji adalah KMM UNJ sebagai ruang sosial dan social enclave bagi mahasiswa rantau yang menjadi tempat berlangsungnya proses adaptasi, solidaritas, dan pemeliharaan nilai-nilai keminangkabauan yang di kaji menggunakan kerangka konsep merantau dari Tsuyoshi Kato. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Tiga informan dipilih secara purposif, meliputi pengurus aktif, anggota aktif junior dan senior, serta pembina, serta alumni KMM UNJ sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merantau bagi mahasiswa Minangkabau di Jakarta tidak hanya merupakan perpindahan geografis dari ranah asal menuju rantau urban, tetapi juga proses sosial dan kultural yang membentuk kemandirian, kemampuan adaptasi, serta kesadaran identitas keminangkabauan. Mahasiswa membawa nilai-nilai asal seperti adat, bahasa, agama, sopan santun, penghormatan kepada keluarga, solidaritas, dan rasa kebersamaan. Namun, nilai-nilai tersebut tidak dijalankan secara kaku, melainkan disesuaikan dengan tuntutan kehidupan kampus dan kota Jakarta. KMM UNJ berperan sebagai ruang sosial atau social enclave yang menghadirkan rasa kekeluargaan, dukungan sosial, tempat adaptasi, dan pemeliharaan budaya melalui kegiatan bakumpua, makan basamo, seni budaya, hubungan senior-junior, serta penggunaan bahasa Minang. Dengan demikian, nilai-nilai keminangkabauan tetap berlanjut di perantauan melalui proses penyesuaian yang dinamis. ***** This study aims to understand the migration experience of Minangkabau students in Jakarta as part of the continuity of Minangkabau values in urban life. The focus of this research is directed toward the experiences of Minangkabau students who are members of Keluarga Mahasiswa Minangkabau Universitas Negeri Jakarta (KMM UNJ), the role of KMM UNJ as a social space for migrant students, and the ways in which students maintain, adapt, and continue Minangkabau values within a multicultural, modern, and competitive campus environment. This research employs a qualitative approach using a case study method. The case examined in this study is KMM UNJ as a social space and social enclave for migrant students, where processes of adaptation, solidarity, and the preservation of Minangkabau values take place. The study is analyzed using Tsuyoshi Kato’s concept of merantau. Data were collected through participatory observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation. Three main informants were selected purposively, consisting of active administrators, active junior and senior members, and an advisor, while alumni of KMM UNJ were involved as triangulation informants. The findings show that merantau for Minangkabau students in Jakarta is not merely a geographical movement from the homeland to the urban migrant destination, but also a social and cultural process that shapes independence, adaptability, and awareness of Minangkabau identity. Students bring with them values from their place of origin, such as adat, language, religion, politeness, respect for family, solidarity, and a sense of togetherness. However, these values are not practiced rigidly; rather, they are adapted to the demands of campus life and the urban setting of Jakarta. KMM UNJ serves as a social space or social enclave that provides a sense of kinship, social support, a place for adaptation, and cultural preservation through activities such as bakumpua, makan basamo, cultural arts, senior-junior relationships, and the use of the Minang language. Thus, Minangkabau values continue to exist in the migrant context through a dynamic process of adaptation.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Yuanita Aprilandini Siregar, M.Si. ; 2). Prof. Dr. Robertus Robet, MA. |
| Subjects: | Geografi, Antropologi > Budaya, Adat Istiadat Ilmu Sosial > Ilmu Sosial (Umum) Ilmu Sosial > Sosiologi Ilmu Sosial > Komunitas Sosial, Ras dan Kelompok |
| Divisions: | FIS > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | Ahmad Nabil Hisyam . |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 07:19 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 07:19 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/67968 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
