ANALISIS RISIKO KEHILANGAN NILAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KAWASAN PERKOTAAN KOTA JAKARTA PUSAT

MUHAMMAD IMAM MAWARDI, . (2026) ANALISIS RISIKO KEHILANGAN NILAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KAWASAN PERKOTAAN KOTA JAKARTA PUSAT. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Cover.pdf

Download (505kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (430kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (719kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (267kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (906kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang berpotensi menyebabkan hilangnya nilai bangunan cagar budaya melalui penilaian terhadap kemungkinan terjadinya bahaya dan besarnya dampak yang ditimbulkan berdasarkan tingkat kerentanan bangunan, sehingga dapat diketahui tingkat risiko serta ditentukan prioritas upaya pelestariannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial. Analisis dilakukan menggunakan metode skoring, pembobotan, overlay, dan matriks risiko. Variabel kerentanan terdiri atas kerentanan fisik, kerentanan sosial, dan kerentanan nilai, sedangkan variabel bahaya terdiri atas kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, rencana pola ruang, dan kerawanan kebakaran. Tingkat risiko kehilangan nilai diperoleh melalui integrasi hasil analisis kerentanan dan bahaya menggunakan matriks risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan didominasi oleh kategori rendah sebanyak 41 bangunan (48,2%), sedangkan tingkat bahaya didominasi oleh kategori tinggi sebanyak 48 bangunan (56,5%). Hasil analisis menghasilkan tiga kategori tingkat risiko kehilangan nilai, yaitu 38 bangunan (44,7%) berada pada kategori risiko kehilangan nilai rendah, 27 bangunan (31,8%) pada kategori risiko kehilangan nilai sedang, dan 20 bangunan (23,5%) pada kategori risiko kehilangan nilai tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kehilangan nilai merupakan hasil interaksi antara tingkat bahaya dan tingkat kerentanan, sehingga bangunan dengan tingkat kerentanan tinggi tidak selalu memiliki risiko kehilangan nilai yang tinggi apabila berada pada lingkungan dengan tingkat bahaya yang rendah, begitu pula sebaliknya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa analisis risiko kehilangan nilai mampu memberikan dasar yang lebih komprehensif dalam menentukan prioritas pelestarian dibandingkan hanya mempertimbangkan faktor bahaya atau kerentanan secara terpisah. Oleh karena itu, hasil analisis risiko yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan prioritas pelindungan, pemeliharaan, dan pengelolaan bangunan cagar budaya di Kota Jakarta Pusat agar nilai penting bangunan dapat dipertahankan secara berkelanjutan. ***** This study aims to analyze the risks that may lead to the loss of value of cultural heritage buildings by assessing the likelihood of hazards and the magnitude of the loss of value based on the vulnerability of the buildings, thereby determining the level of risk and establishing priorities for their conservation. This study employed a quantitative descriptive method with a spatial approach. The analysis was conducted using scoring, weighting, overlay, and risk matrix methods. The vulnerability variables consisted of physical vulnerability, social vulnerability, and value vulnerability, while the hazard variables included population density, building density, spatial planning, and fire hazard. The level of risk of loss of value was obtained by integrating the vulnerability and hazard analyses using a risk matrix. The results showed that the vulnerability level was dominated by the low category, comprising 41 buildings (48.2%), while the hazard level was dominated by the high category, comprising 48 buildings (56.5%). The analysis identified three categories of risk of loss of value: 38 buildings (44.7%) were classified as low risk, 27 buildings (31.8%) as medium risk, and 20 buildings (23.5%) as high risk. The findings indicate that the risk of loss of value results from the interaction between hazard and vulnerability. Consequently, buildings with high vulnerability do not necessarily have a high risk of loss of value if they are located in areas with low hazard levels, and vice versa. These findings demonstrate that risk analysis provides a more comprehensive basis for determining conservation priorities than assessing hazard or vulnerability independently. Therefore, the resulting risk map can serve as a basis for prioritizing the protection, maintenance, and management of cultural heritage buildings in Central Jakarta to ensure the long-term preservation of their cultural significance.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Ode Sofyan Hardi, M.Si. ; 2). Dr. Sucahyanto, M.Si.
Subjects: Geografi, Antropologi > Geografi
Divisions: FIS > S1 Geografi
Depositing User: Muhammad Imam Mawardi .
Date Deposited: 13 Aug 2026 08:03
Last Modified: 13 Aug 2026 08:03
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/70715

Actions (login required)

View Item View Item