DISFEMIA DALAM KOMENTAR WARGANET PADA INSTAGRAM @BADMINTALK_COM

ANANDA ZAQIYATULISMI, . (0202) DISFEMIA DALAM KOMENTAR WARGANET PADA INSTAGRAM @BADMINTALK_COM. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (564kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (659kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (534kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (354kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebahasaan, nilai rasa, dan fungsi penggunaan disfemia dalam komentar warganet pada kolom komentar akun Instagram @badmintalk_com periode Januari 2022–Juli 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan bahasa kasar yang mengarah pada disfemia dalam komentar warganet pada akun olahraga bulu tangkis, yang berpotensi memberikan dampak psikologis negatif bagi atlet maupun pembaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan dokumentasi data digital. Data dianalisis menggunakan teori bentuk kebahasaan dan fungsi disfemia dari Chaer serta teori nilai rasa dari Masri dkk. dan Allan dan Burridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 data komentar yang mengandung disfemia, ditemukan 88 data bentuk kebahasaan disfemia, dengan data berupa kata adalah yang ditemukan paling banyak, diikuti bentuk frasa, dan data bentuk ungkapan paling sedikit. Berdasarkan nilai rasa, ditemukan 74 data bernilai rasa emotif dan 21 data bernilai rasa ketabuan, dengan nilai rasa emotif menguatkan sebagai yang paling dominan, sedangkan pada nilai rasa ketabuan didominasi oleh kategori yang berkaitan dengan kekurangan mental maupun fisik. Adapun dari segi fungsi, disfemia paling banyak digunakan untuk memberikan tekanan, diikuti fungsi menunjukkan kejengkelan dan mengungkap-kan kemarahan. Temuan ini menunjukkan bahwa disfemia dalam komentar warganet pada akun olahraga cenderung digunakan bukan semata untuk menghina secara personal, melainkan lebih dominan sebagai strategi penguatan makna dan penegasan sikap terhadap performa atlet maupun tim. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian semantik, khususnya mengenai fenomena kebahasaan pada ranah wacana media sosial olahraga di Indonesia. Kata kunci: disfemia, semantik, nilai rasa, komentar warganet, media sosial ***** This study aims to describe the linguistic forms, connotative values, and functions of dysphemism used in netizens' comments on the Instagram account @badmintalk_com during the period of January 2022 to July 2024. The study is motivated by the prevalence of coarse language (dysphemism) in social media comments on badminton sport account, which has the potential to negatively affect the psychological well-being of athletes and readers alike. A descriptive qualitative method was employed, using observation and digital documentation techniques. The data were analyzed based on Chaer's theory of dysphemism forms and functions and also the connotative value theory by Masri et al. and Allan and Burridge. The findings show that out of 80 comments containing dysphemism, 88 instances of dysphemic forms were identified, with data in the form of words being the most frequently found, followed by phrases, while expressions were the least found. In terms of connotative value, 74 instances were classified as emotive and 21 as taboo, with the intensifying emotive value being the most dominant, while the taboo category was mostly dominated by references to mental or physical deficiencies. As for function, dysphemism was most frequently used to convey emphasis, followed by expressing annoyance and expressing anger. These findings indicate that dysphemism in netizens' comments on sports accounts tends to be used not merely as personal insult, but predominantly as a strategy to intensify meaning and assert attitudes toward the performance of athletes or teams. This study is expected to contribute to semantic studies, particularly regarding linguistic phenomena in the discourse of sports-related social media in Indonesia. Keywords: dysphemism, semantics, connotative value, netizen comments, social media

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Asep Supriyana, S.S., M.Pd. ; 2). Asisda Wahyu Asri Putradi, M.Hum.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Semiotik dan Semantik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Divisions: FBS > S1 Sastra Indonesia
Depositing User: Ananda Zaqiyatulismi .
Date Deposited: 15 Aug 2026 16:15
Last Modified: 15 Aug 2026 16:15
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/71052

Actions (login required)

View Item View Item