MUHAMMAD SYAMSURI SIDDIQ, . (2026) LANSKAP LINGUISTIK KAWASAN MASJIDILHARAM DAN MASJID NABAWI SEBAGAI PANDUAN BAGI JAMAAH HAJI DAN UMRAH ASAL INDONESIA. Magister thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover.pdf Download (940kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (517kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (865kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
Lampiran DRH.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Meningkatnya keberagaman bahasa di kalangan jemaah internasional telah menjadikan Masjid al-Haram dan Al-Masjid an-Nabawi sebagai ruang keagamaan multibahasa, di mana rambu-rambu publik berperan penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah dan pelayanan publik. Namun demikian, kajian mengenai Linguistic Landscape (LL) pada ruang-ruang suci Islam masih terbatas, khususnya terkait peran bahasa Indonesia dalam mendukung jemaah haji dan umrah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Linguistic Landscape Masjid al-Haram dan Al-Masjid an-Nabawi melalui analisis bentuk, fungsi komunikatif, variasi bahasa, dan makna multimodal pada rambu-rambu publik, dengan perhatian khusus pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai media panduan ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-komparatif melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi fotografis. Data dikumpulkan dari rambu-rambu publik resmi yang terdapat di kedua kompleks masjid, kemudian dianalisis menggunakan perspektif Linguistic Landscape, geosemiotika, dan analisis wacana multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambu-rambu informatif, penunjuk arah, layanan, regulatif, dan simbolik secara bersama-sama membentuk suatu sistem komunikasi multibahasa yang terintegrasi. Bahasa Arab dan bahasa Inggris mendominasi komunikasi kelembagaan, sedangkan bahasa Indonesia digunakan secara strategis pada rambu-rambu layanan dan instruksional untuk membantu jemaah Indonesia memahami tata cara ibadah, mengakses fasilitas, serta mengikuti ketentuan operasional. Unsur-unsur visual, seperti ikon, warna, tipografi, tata letak, dan kaligrafi Islam, turut meningkatkan efektivitas komunikasi sekaligus memperkuat identitas religius ruang suci tersebut. Penelitian ini mengusulkan konsep bahasa Indonesia sebagai panduan ibadah di Masjidilharam dan Masjid Nabawi, yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai bahasa terjemahan, tetapi juga sebagai komponen integral dalam komunikasi publik multibahasa yang mendukung aksesibilitas beribadah. Temuan ini memperluas kajian Linguistic Landscape dengan menegaskan peran rambu-rambu multibahasa dalam meningkatkan komunikasi, aksesibilitas, dan pelayanan publik pada ruang-ruang keagamaan internasional. Kata kunci: Lanskap Linguistik, Masjidilharam, Masjid Nabawi, panduan ibadah, jamaah haji dan umrah. ***** The increasing linguistic diversity of international pilgrims has transformed Masjid al-Haram and Al-Masjid an-Nabawi into multilingual religious spaces where public signage plays an essential role in facilitating worship and public services. However, studies on the Linguistic Landscape (LL) of Islamic sacred spaces remain limited, particularly regarding the role of Indonesian in supporting Hajj and Umrah pilgrims. This study aims to investigate the Linguistic Landscape of Masjid al-Haram and Al-Masjid an-Nabawi by examining the forms, communicative functions, language variations, and multimodal meanings of public signs, with particular attention to the use of Indonesian as a medium for worship guidance. This qualitative descriptive comparative study employed non-participant observation and photographic documentation. Data were collected from official public signs throughout both mosque complexes and analyzed using the perspectives of Linguistic Landscape, geosemiotics, and multimodal discourse analysis. The findings reveal that informational, directional, service, regulatory, and symbolic signs collectively construct an integrated multilingual communication system. Arabic and English dominate institutional communication, whereas Indonesian is strategically used in service-related and instructional signs that assist Indonesian pilgrims in understanding worship procedures, accessing facilities, and following operational regulations. Visual elements, including icons, colour, typography, layout, and Islamic calligraphy, further enhance communication effectiveness and reinforce the religious identity of the sacred spaces. This study proposes the concept of Indonesian as a Medium for Worship Guidance in Masjid al-Haram and Al-Masjid an-Nabawi, demonstrating that Indonesian functions not merely as a translated language but as an integral component of multilingual public communication supporting religious accessibility. These findings extend Linguistic Landscape scholarship by highlighting the role of multilingual signage in improving communication, accessibility, and public service in international religious spaces.
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Prof. Dr. Zainal Rafli, M.Pd. ; 2. Dr. Samsi Setiadi, M.Pd |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Arab |
| Divisions: | PASCASARJANA > S2 Linguistik Terapan |
| Depositing User: | Muhammad Syamsuri Siddiq . |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:38 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 02:38 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/71704 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
