SYAFIRA ASPARI YASMIN SYAFA, . (2026) STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (STUDI PROGRAM SUAR DI KAWUNGPITU INSTITUTE). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (313kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (411kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (359kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove untuk mendukung penghidupan berkelanjutan masyarakat (Studi Program SUAR di Kawungpitu Institute). Penelitian ini menggunakan Teori Strategi Komunikasi Falkheimer dan Heide yang meliputi analisis situasi, tujuan dan sasaran, audiens dan pemangku kepentingan, pesan dan konten, media komunikasi, serta evaluasi dan pengukuran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan fasilitator, Project Manager, Community Advisor, Junior Expert Mangrove dan Pesisir, penerima manfaat program SUAR serta triangulasi sumber, dokumentasi, dan analisis data audiovisual maupun digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawungpitu Institute melakukan analisis situasi melalui pemetaan kondisi sosial, potensi lokal, kebutuhan masyarakat, serta persepsi masyarakat terhadap ekosistem mangrove sebelum menyusun strategi komunikasi. Tujuan komunikasi diarahkan untuk meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus mendukung penghidupan masyarakat melalui alternatif mata pencaharian berbasis mangrove. Penentuan audiens dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan tingkat kerentanan masyarakat pesisir. Pesan komunikasi disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mengaitkan pelestarian mangrove dan manfaat ekonomi melalui budidaya kepiting bakau dan lebah kelulut. Saluran komunikasi didominasi oleh komunikasi tatap muka melalui sekolah lapangan, pelatihan, diskusi kelompok, pendampingan lapangan, serta didukung media digital sebagai sarana koordinasi dan penyebarluasan informasi. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui monitoring, refleksi bersama, serta pengukuran perubahan pengetahuan, kesadaran, keterampilan, dan perilaku masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi Kawungpitu Institute yang disusun berdasarkan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik masyarakat mampu meningkatkan pemahaman, membangun kesadaran ekologis, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong pengelolaan ekosistem mangrove yang mendukung penghidupan berkelanjutan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat. ***** This study aims to analyze the community empowerment communication strategy in mangrove ecosystem management to support sustainable livelihoods (A Case Study of the SUAR Program at Kawungpitu Institute). The study employs Falkheimer and Heide's Strategic Communication Theory, which encompasses situation analysis, objectives and goals, audiences and stakeholders, messages and content, communication channels, as well as evaluation and measurement. A qualitative approach with a constructivist paradigm and a case study method was adopted. Data were collected through interviews with facilitators, the Project Manager, Community Advisor, Junior Mangrove and Coastal Expert, program beneficiaries, as well as source triangulation, documentation, and audiovisual and digital data analysis. The findings indicate that Kawungpitu Institute conducted a situation analysis by mapping social conditions, local potential, community needs, and public perceptions of the mangrove ecosystem before formulating its communication strategy. The communication objectives were directed toward enhancing ecological awareness while supporting community livelihoods through mangrove-based alternative livelihood initiatives. The target audience was identified by considering the characteristics, needs, and vulnerability of coastal communities. Communication messages were developed based on community needs by linking mangrove conservation with economic benefits through mud crab and stingless bee farming. Communication channels primarily relied on face-to-face interactions through field schools, training sessions, group discussions, and field mentoring, supported by digital media for coordination and information dissemination. Evaluation was conducted participatively through monitoring, joint reflection, and the assessment of changes in community knowledge, awareness, skills, and behavior. The study concludes that the communication strategy implemented by Kawungpitu Institute, which was designed based on the community's conditions, needs, and characteristics, has contributed to improving public understanding, fostering ecological awareness, strengthening community participation, and promoting sustainable mangrove ecosystem management to support sustainable community livelihoods. These findings are expected to serve as a reference for the development of community empowerment communication strategies.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. M. Fikri Akbar, S.I.Kom., M.Si., M.M. |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | FIS > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Syafira Aspari Yasmin Syafa . |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:23 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:23 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/72002 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
