POTRET KOMUNITAS AYO DONGENG INDONESIA (METODE KUALITATIF STUDI KASUS)

SITI NAGINA HARTATI, . (2026) POTRET KOMUNITAS AYO DONGENG INDONESIA (METODE KUALITATIF STUDI KASUS). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (201kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (209kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara menyeluruh mengenai penyelenggaraan kegiatan mendongeng oleh Komunitas Ayo Dongeng Indonesia berdasarkan enam aspek, yaitu tujuan, materi, metode, media, proses, dan evaluasi kegiatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data utama dalam penelitian ini terdiri dari ketua komunitas, dua orang pendongeng, orang tua, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi, member checking, dan perpanjangan pengamatan di lapangan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mendongeng bertujuan melestarikan kebiasaan dan tradisi bercerita, membagikan kisah positif, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan kepada anak. Materi cerita dipilih secara tematik dan kontekstual serta memuat bahasa, pengetahuan, budaya, lingkungan, kehidupan sosial, dan nilai-nilai kehidupan. Metode mendongeng dilaksanakan secara variatif, ekspresif, musikal, dan interaktif sesuai dengan kemampuan pendongeng. Media yang digunakan meliputi buku cerita bergambar, kartu bergambar, boneka, alat musik, aksesori tokoh, dan benda konkret yang dipilih secara proporsional sesuai tema dan karakteristik peserta. Proses kegiatan berlangsung melalui tahap persiapan, pengondisian peserta, pelaksanaan cerita, dan penutupan. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan secara partisipatif dengan membahas keberhasilan, kendala, akar masalah, dan tindakan perbaikan, serta dilengkapi refleksi pribadi pendongeng. Penelitian menyimpulkan bahwa Komunitas Ayo Dongeng Indonesia menyelenggarakan kegiatan mendongeng secara terencana, kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Implikasinya, praktik komunitas ini dapat menjadi referensi bagi guru, orang tua, dan komunitas lain dalam merancang kegiatan mendongeng yang terintegrasi dalam pendidikan nonformal. Selain itu, hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterkaitan antara tujuan, materi, metode, media, proses, dan evaluasi membentuk satu sistem penyelenggaraan yang saling mendukung serta dapat diadaptasi sesuai kebutuhan, karakteristik peserta, dan konteks kegiatan pendidikan masyarakat secara kontekstual. Kata Kunci: Komunitas dongeng, mendongeng, anak usia dini, pendidikan nonformal, studi kasus. ***** This study aimed to comprehensively describe the organization of storytelling activities conducted by Ayo Dongeng Indonesia Community based on six aspects: objectives, materials, methods, media, processes, and evaluation. This study employed a qualitative method with a case study approach. The primary data sources consisted of the community community leader, two storytellers, a parent, and a child selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data trustworthiness was established through triangulation, member checking, and prolonged field engagement. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which involved data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings revealed that the storytelling activities were intended to preserve storytelling traditions, share positive stories, and provide children with enjoyable learning experiences. The story materials were selected thematically and contextually and incorporated language, knowledge, culture, environmental awareness, social life, and life values. The storytelling methods were varied, expressive, musical, and interactive, depending on each storyteller’s abilities. The supporting media included illustrated storybooks, picture cards, puppets, musical instruments, character accessories, and concrete objects selected proportionally according to the themes and participants characteristics. The activities were conducted through preparation, participant conditioning, story presentation, and closing stages. Evaluation was carried out after each activity through participatory discussions of achievements, challenges, root causes, and corrective actions, complemented by the storytellers personal reflections. The study concludes that Ayo Dongeng Indonesia Community organizes storytelling activities in a planned, creative, collaborative, and sustainable manner. The findings imply that this community practice can serve as a reference for teachers, parents, and othe communities in designing integrated storytelling activities within nonformal education. Keywords: Storytelling community, storytelling activites, early childhood, nonformal education, case study

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr(phil) Sri Indah Pujiastuti, M.Pd 2). Dr. Nurbiana Dhieni, M.Psi
Subjects: Ilmu Sosial > Komunitas Sosial, Ras dan Kelompok
Pendidikan > Media Pembelajaran
Pendidikan > Aneka Ragam tentang Pendidikan
Divisions: FIP > S1 Pendidikan Guru PAUD
Depositing User: Siti Nagina Hartati .
Date Deposited: 04 Sep 2026 08:28
Last Modified: 04 Sep 2026 08:28
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/73714

Actions (login required)

View Item View Item