ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DI KABUPATEN BEKASI PADA TAHUN 2019 - 2023 MENGGUNAKAN METODE InSAR SMALL BASELINE AREA SUBSET (SBAS)

MUHAMMAD DEFFRY, . (2025) ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DI KABUPATEN BEKASI PADA TAHUN 2019 - 2023 MENGGUNAKAN METODE InSAR SMALL BASELINE AREA SUBSET (SBAS). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (683kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (997kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (980kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (610kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (775kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Fenomena penurunan muka tanah atau yang disebut dengan land subsidence mulai sering terjadi di berbagai wilayah di dunia, terkhusus pada wilayah yang dijadikan sebagai perkotaan dengan lokasi mendekati wilayah pantai atau wilayah yang memiliki dataran alluvial. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis terkait laju dan luasan penurunan muka tanah yang terjadi dalam rentang tahun 2019 – 2023 pada wilayah Kabupaten Bekasi, dengan menggunakan metode Interferometric Synthetic Aperature Radar (InSAR) dengan teknik Small Baseline Area Subset (SBAS). Data InSAR bersumber dari satelit sentinel-1 yang data terbukanya bisa diakses pada portal COMET-LICS yang kemudian diolah menggunakan alat LiCSBAS. Percepatan Line Of Sight (LOS) yang didefinisikan sebagai laju perubahan berdasarkan garis pandang pemantulan tanpa halangan gelombang elektromagnetik pada suatu permukaan, dibagi menjadi dua lintasan, yaitu lintasan ascending dan lintasan descending. Berdasarkan hasil data LOS dua arah perekaman, laju maksimum penurunan muka tanah yang terjadi di wilayah penelitian yaitu -321.383 mm/tahun pada data ascending dan -191,181 mm/tahun pada data descending. Hasil penurunan muka tanah maksimun yang terjadi di wilayah penelitian yaitu -191,093 mm/tahun atau 19 cm per tahun yang diproses dengan melakukan dekomposisi dari data ascending dan descending. Penurunan muka tanah dengan laju tertinggi berada di Kecamatan Muaragembong dengan penurunan muka tanah yang terjadi yaitu mencapai 190 mm/tahun atau 19 cm/tahunnya dengan luasan 14,70 hektar. Lalu, penurunan muka tanah dengan luasan terbesar terjadi di Kecamatan Cikarang Utara dengan luasan 1.602,07 hektar atau 36,99% dari luas wilayah tersebut dengan rentang penurunan -30 mm hingga -90 mm. Kata Kunci: Penurunan muka tanah, InSAR, Small Baseline Area Subset The phenomenon of land subsidence has started occurring frequently in various regions around the world, particularly in urban areas located near coastal regions or areas with alluvial plains. This study identified and analyzed the rate and extent of land subsidence that occurred during the period of 2019-2023 in Bekasi District, using the Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) method with the Small Baseline Area Subset (SBAS) technique. The InSAR data was obtained from the Sentinel-1 satellite, which is accessible through the COMET-LICS portal and processed using the LiCSBAS tool. The Line Of Sight (LOS) acceleration, which represents the rate of change based on the unobstructed electromagnetic wave reflection on a surface, was divided into two track, the ascending track and the descending track. Based on the recorded data in both directions, the maximum land subsidence rate in the study area was -321.383 mm/year in the ascending data and -191.181 mm/year in the descending data. The maximum land subsidence in the study area was -191.093 mm/year or 19 cm per year, which was calculated by decomposing the ascending and descending data. The highest level of land subsidence was found in Muaragembong Sub-district with land subsidence reaching 190 mm per year or 19 cm per year over an area of 14.70 hectares. Then, land subsidence with the largest area occurred in North Cikarang Sub-district with an area of 1,602.07 hectares or 36.99% of the area with a range of subsidence of - 30 mm to -90 mm. Keywords: Land subsidence, InSAR, Small Baseline Area Subset

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr.Cahyadi Setiawan, M.Si. ; 2). Lia Kusumawati, S.Si., M.Eng.
Subjects: Geografi, Antropologi > Geografi
Geografi, Antropologi > Geografi Fisik
Divisions: FIS > S1 Geografi
Depositing User: Users 26561 not found.
Date Deposited: 03 Mar 2025 01:59
Last Modified: 03 Mar 2025 01:59
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/53503

Actions (login required)

View Item View Item