PENCARIAN MAKNA HIDUP PADA SEORANG CALON GURU BK PENYINTAS GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG: SEBUAH AUTOETNOGRAFI

ANASTASIA CHANDRIKA VINETHA, . (2025) PENCARIAN MAKNA HIDUP PADA SEORANG CALON GURU BK PENYINTAS GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG: SEBUAH AUTOETNOGRAFI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_BAB 1.pdf

Download (312kB)
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB) | Request a copy
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB) | Request a copy
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (742kB) | Request a copy
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB) | Request a copy
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (273kB)
[img] Text
Anastasia Chandrika Vinetha_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Menjadi penyintas gangguan mental bukan berarti terhalang untuk memiliki makna dalam hidupnya. Seperti yang direfleksikan dalam penelitian autoetnografi ini, peneliti menyajikan gambaran pencarian makna hidupnya sebagai calon guru BK penyintas gangguan afektif bipolar dan gangguan kepribadian ambang menggunakan Teori Eksistensial Frankl. Peneliti merefleksikan proses pencarian makna hidup dalam cita-citanya sebagai guru BK, di tengah kondisi yang dialaminya. Peneliti mengumpulkan data menggunakan catatan reflektif dan dokumentasi, yang diperkuat dengan wawancara kepada 4 partisipan pendukung dan teori-teori yang relevan. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik naratif. Hasil penelitian memuat refleksi dan informasi pendukung sesuai dengan tema utama yaitu 4 aspek Eksistensial: (1) Frustrasi Eksistensial, (2) Kekosongan Eksistensial, (3) Keinginan untuk Bermakna dan Makna Kehidupan, (4) Hakikat Keberadaan. Secara spesifik, hasil penelitian ini menunjukkan gambaran mulai dari deskripsi kehidupan peneliti beserta latar belakang peneliti mengalami kerentanan psikologis sampai mengalami gangguan afektif bipolar dan gangguan kepribadian ambang, yang kemudian menjadi gerbang utama peneliti untuk mengalami frustrasi eksistensial dari keraguan, penolakan, dan stigma dari lingkungan sekitar maupun dari dirinya sendiri. Kemudian frustrasi eksistensial membawa peneliti kepada kekosongan eksistensial dengan gejala-gejala psikologis yang dialaminya. Bangkit dari keterpurukan, peneliti akhirnya menemukan keinginan untuk kembali bermakna sebagai calon penolong, kemudian menemukan hakikat dari keberadaan dirinya. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana peneliti menghadapi setiap tantangan hingga menemukan dan mempertahankan makna hidupnya. Penelitian ini sejalan dengan pandangan Frankl, bahwa individu dapat bermakna bagi dirinya dan orang lain bahkan dalam penderitaan sekalipun. Individu diharapkan dapat membuka perspektif baru dalam melihat penderitaan yang dialami. ***** Being a survivor of mental disorder does not preclude someone from finding meaning in life. As reflected in this autoethnographic study, the researcher presents an account of her search for life's meaning as a prospective guidance and counseling teacher with bipolar affective disorder and borderline personality disorder, framed by Frankl’s Existential Theory. The researcher reflects on the process of meaning-making within her aspiration to become a guidance and counseling teacher amid the challenges posed by her condition. Data were collected through reflective journals and documentation, supplemented by interviews with four supporting participants and relevant theoretical perspectives. Narrative analysis was employed to interpret the data. The research findings present reflections and supporting information aligned with the primary theme, namely the four existential aspects: (1) Existential Frustration, (2) The Existential Vacuum, (3) The Will to Meaning and the Meaning of Life, and (4) The Essence of Existence. This study specifically portrays the researcher’s personal life narrative and background, detailing experiences of psychological vulnerability that progressed to bipolar affective disorder and borderline personality disorder. These conditions served as the principal entry point for the researcher to encounter existential frustration through doubt, rejection, and stigma from both the external environment and internal self. This existential frustration then led to existential vacuum by experiencing some various psychological symptoms. Emerging from this adversity, the researcher ultimately develops a renewed desire to find meaning through a prospective role as a helper, and later discovers the essence of her own existence. These insights provide a deep understanding of how the researcher confronts each challenge and ultimately discovers and sustains personal meaning in her life. This study aligns with Frankl’s view that individuals can find meaning for themselves and others even amidst suffering. It is hoped that this research will encourage individuals to adopt new perspectives in understanding and coping with their own experiences of suffering.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Hilma Fitriyani, M.Pd; 2). Dr. Karsih, M.Pd.
Subjects: Pendidikan > Bimbingan dan Konseling
Divisions: FIP > S1 Bimbingan Dan Konseling
Depositing User: Anastasia Chandrika Vinetha .
Date Deposited: 27 Aug 2025 05:55
Last Modified: 27 Aug 2025 05:55
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/62168

Actions (login required)

View Item View Item