MINDFUL LEADERSHIP: SEBUAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN BERKESADARAN PENUH PIMPINAN INSTITUTE OF ADVANCED BUDDHIST STUDIES PLUM VILLAGE BUDDHIST MONASTERY - UPPER HAMLET PERANCIS

BURMANSAH, . (2020) MINDFUL LEADERSHIP: SEBUAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN BERKESADARAN PENUH PIMPINAN INSTITUTE OF ADVANCED BUDDHIST STUDIES PLUM VILLAGE BUDDHIST MONASTERY - UPPER HAMLET PERANCIS. Doktor thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB1.pdf

Download (307kB)
[img] Text
BAB2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB) | Request a copy
[img] Text
BAB3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (604kB) | Request a copy
[img] Text
BAB4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB5.pdf

Download (121kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (253kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (7MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan praktik kepemimpinan berkesadaran penuh pimpinan IABS – Maha Wihara Plum Village Upper Hamlet Perancis ditinjau dari pola dan peranan dalam mengembangkan dan mengelola lembaga pendidikan tinggi Buddha dan maha wihara. Penelitian ini mengggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa langkah penelitian dengan metode studi kasus Robert K. Yin yakni perencanaan penelitian, desain penelitian, persiapan penelitian, pengumpulan atau pengambilan data penelitian, analisis data penelitian, dan membuat laporan penelitian. Analisis penelitian dilakukan melalui penyandingan pola. Pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasl penelitian ini: kepemimpinan berkesadaran penuh yang dijalani oleh pimpinan IABS - Upper Hamlet merupakan praktik kepemimpinan yang berfokus pada menumbuhkan tingkat kesadaran diri, kebijaksanaan, dan penguasaan diri yang sangat tinggi, memungkinkan membawa diri terbaiknya ke semua aspek kepemimpinan dan kehidupan sehari-hari, dan untuk menginspirasi pihak lain di komunitasnya. Kepemimpinan berkesadaran penuh yang dijalani oleh pimpinan IABS - Upper Hamlet ini secara signifikan meningkatkan kecerdasan emosional, ketajaman praktik manajemen, dan kemampuan kepemimpinan dengan karakteristik sebagai berikut: (1) mengembangkan fokus, kejernihan, dan kreativitas dengan menjalankan praktik formal dan informal di keseharian secara berkesinambungan secara individu dan kolektif yang berfokus pada tindakan pemimpin dan keadaan internal bukan pada kualitas intelektual serta memberikan kualitas demokratis di dalam penyampaian pendapat dan proses pengambilan keputusan baik secara personal maupun kolektif, menguatkan efektivitas kepemimpinannya, dan mengembangkan perilaku penting yang berhubungan dengan kecerdasan emosional dan sosial. (2) berhubungan dengan pihak lain, komunitas, dan mengarahkan perubahan dengan terampil yang dilandasi dengan pendekatan membangun komunitas di setiap tindakan kepemimpinannya. Mampu memahami dan menerima tanggung jawab atas pengaruh yang mereka miliki dan mempromosikan pengaturan yang aman bagi pengikut. Mengarahkan perubahan dengan terampil melalui cara menyikapi dengan memahami situasi di lingkungan organsisasi yang dipimpinnya. (3) mengembangkan belas kasih dan perhatian tanpa penghakiman bahwa pimpinan IABS - Upper Hamlet memiliki sikap belas kasih terhadap permasalahan global dan mampu untuk menerima dengan keterbukaan dan mampu membawa tindakan kepemimpinannya dengan sikap belas kasih dan peduli serta mampu memahami para anggota komunitasnya dengan baik. Kemampuan mengembangkan sikap belas kasih ini memunculkan kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi, tidak menyalahkan, dan tidak mendiskriminasi. Kata kunci: kepemimpinan berkesadaran penuh, kepemimpinan, berkesadaran penuh, pimpinan berkesadaran penuh, belas kasih, tanpa penghakiman, membangun komunitas The objective of this research is to describe the practice of mindful leadership at the IABS - the Plum Village Buddhist Monastery in Upper Hamlet, France, looking at the abbot's pattern and role in developing and managing the Institute of Advanced Buddhist Studies and the monastery. This research uses the approach of qualitative research with the method of single case study. The research data collection uses the techniques of observation, interview and documentation study. The research procedure used in this research consists of several research steps using the case study method of Robert K. Yin: research planning, research design, research preparaton, research data collection, research data analysis, and doing the research report. The research analysis is done by pattern pairing. The data validity testing through data source triangulation and technique triangulation. The result of this research: mindful leadership as practiced by the abbot of IABS - Upper Hamlet is a leadership practice focused on developing very high level of mindfulness, wisdom, and self-control. It enables him to bring the best part of himself into all aspects of leadership and daily life, and to inspire others in his community. The mindful leadership practiced by the abbot of IABS - Upper Hamlet significantly increase the emotional intelligence, the sharpness of management practice, and the leadership ability with the characteristics as follows: (1) To develop focus, clarity, and creativity using the continous formal and informal practices in daily life both individually and collectively with the focus on leader's action and internal conditions, not on the intellectual quality and to provide democratic quality in delivering opinions and decision making process whether personally or collectively, strengthening his leadership effectivity, and to develop importand behaviors pertaining to emotional and social intelligence. (2) To relate to others, community, and to direct skillful changes based on the approach of community building in all of his leadership actions. He has the ability to understand and accept responsibilities of the impact they have and promote a safe regulation to followers, and to skillfully direct through understanding and responding to the situation in the organization environment which he leads. (3) To develop compassion and care without judgment with the compassionate attitude towards global problems and having the ability to accept with openness. Able to bring his leadership action with the attitude of compassion and care in order to understand the members of community well. The capacity to develop this compassionate attitude gives rise to the ability to listen without any judgments, blames, nor discrimination. Keywords: mindful leadership, mindfulness, leadership, mindful leader, compassion, non-judgment, community building

Item Type: Thesis (Doktor)
Additional Information: 1). Prof. Dr. Rugaiyah, M.Pd. ; 2). Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd.
Subjects: Ilmu Sosial > Komunitas Sosial, Ras dan Kelompok
Pendidikan > Psikologi Pendidikan
Manajemen > Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: PASCASARJANA > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 1360 not found.
Date Deposited: 09 Apr 2020 18:00
Last Modified: 09 Apr 2020 18:00
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/4458

Actions (login required)

View Item View Item