ORGANOLOGI BUNDENGAN ALAT MUSIK TRADISI DAERAH WONOSOBO DITINJAU DARI PROSES PEMBUATAN

HARSYANDA RAIHAN NAVIS, . (2020) ORGANOLOGI BUNDENGAN ALAT MUSIK TRADISI DAERAH WONOSOBO DITINJAU DARI PROSES PEMBUATAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER - NIM.pdf

Download (155kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (203kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (192kB)
[img] Text
LEMBAR ORIGINALITAS.pdf

Download (193kB)
[img] Text
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf

Download (249kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (423kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (164kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (212kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (949kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (146kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (948kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (222kB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana organologi bundengan alat musik tradisi daerah Wonosobo yang ditinjau dari proses pembuatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan terhitung sejak Oktober 2018 - Januari 2020 pada kediaman Mulyani selaku pelestari bundengan di kota Wonosobo, kediaman Muner selaku pengerajin bundengan di Dusun Ngabean Wonosobo dan ruang seni bundengan di SMPN 2 Selomerto Wonosobo. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Bundengan merupakan sebuah instrumen musik tradisional daerah Wonosobo yang tercipta dari proses transformasi kowangan yang diberi sumber bunyi berupa bilah kendang bambu dan dawai senar. Kowangan sendirimerupakan caping peneduh para petani dan penggembala itik di daerah Jawa khususnya Wonosobo. Proses pembuatan kowangan terbagi atas tiga langkah besar. Pertama tahap persiapan yang terdiri dari proses pemilihan dan pengeringan bahan baku. Kemudian proses pembuatan yang terdiri pembuatan tubuh bundengan dan instalasi sumber bunyi. Dan langkah terakhir adalah finishing yaitu pemotongan dan pembersihan bundengan dari bagian yang tidak diperlukan, hingga akhirnya terbentuklah instrumen bundengan dengan ukuran kurang lebih 120 x 90 cm. Bunyi yang dihasilkan bundengan merupakan imitasi dari instrumen iringan pada pertunjukan tari lengger, terdapat empat buah dawai senar yang masing-masingnya mengimitasi suara gong, kempul dan dua buah bendhe, kemudian terdapat tiga buah bilah bambu yang mengimitasi suara kendang Jawa. Instrumen bundengan memiliki dua sumber suara sehingga dapat digolongkan menjadi dua jenis alat musik sekaligus yaitu jenis chordophones dan idiophones. Cara memainkan dawai senar dan kendang bambu pada bundengan adalah dipetik. Tidak ada nada pada frekuensi tertentu yang dicari dalam proses tuning pada instrumen bundengan, proses tuning dilakukan untuk menentukan variasi frekuensi suara dari rendah ke tinggi sesuai susunan senar dengan urutan dari atas ke bawah. Kata kunci : Organologi, Bundengan, Proses Pembuatan. ABSTRACT Harsyanda Raihan Navis, 2020. Organology of Bundengan Traditional Musical Instruments Wonosobo Review of the Manufacturing Process. Thesis., Departement of Music Education, Faculty of Language and Arts, State University of Jakarta. The purpose in this research is to know how the organology of bundengantraditional musical instruments wonosobo review of the manufacturing process. The metod used in this research is a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, library Studies and documentation. This research start from October 2018 – January 2020 at Mulayani’s residence as an bundengan conversationist in Wonosobo City, Muner’s residence as an bundengan Craftsman in Ngabean Village Wonosobo and Bundengan art room at Selomerto Junior High School 2 Wonosobo. Result of this research showed that bundengan is traditional musical instrumets from Wonosobo, this Instruments created from transformation process of kowangan installed by sound source in the form of strip of kendang bamboo and strings. Kowangan is traditional hat used by farmer and duck shepherd in Central Java espcially Wonosobo City. The manufacturing process of bundengan divided by three big step. First is preparation step consisting of selection and drying materials. And than manufacturing process consisting of creating the body of bundengan and installed the sound source. Last step is finishing consisting cuting and cleaning bundengan from not required part. Finally bundengan created with size more or less 120 x 90 cm. Sound of bundengan is imitation from musical accompaniment in Lengger dance perfomance, there are four strings in bundengan imitating gong, kempul and two bendhe, And than there are three strip of bambu that imitating javanese kendang. Bundengan instrumen has twosound source clasified as Chordophones and Idiophones musical instruments type. The way to play bundengan is strum the strings and kendang bamboo strips. There are no spesific frequency in bundengan tuning process, the tuning process in only to get Low to high freqency from top to bottom. Keywords : Organology, Bundengan, Manufacturing Process.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Gandung Joko Srimoko, S.Sn., M.Sn. ; 2). Raden Mas Aditya Andriyanto, S.Pd., M.Sn.
Subjects: Seni Musik > Musik
Seni Musik > Literatur Musik
Seni Musik > Jenis, Aliran Musik
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Musik
Depositing User: Harsyanda Raihan Navis .
Date Deposited: 21 Mar 2020 14:15
Last Modified: 21 Mar 2020 14:15
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/4978

Actions (login required)

View Item View Item