KAFE SEBAGAI RUANG KETIGA PADA PELANGGAN MUDA (STUDI KASUS: COFFEE ROSE, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR)

GHEFIRA ZAHIRA SHOFA, . (2025) KAFE SEBAGAI RUANG KETIGA PADA PELANGGAN MUDA (STUDI KASUS: COFFEE ROSE, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (711kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (447kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (813kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (863kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (111kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (258kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk dapat menguraikan bagaimana peran kafe menjadi ruang ketiga bagi para pelanggan muda. Selain itu, peneliti juga akan menguraikan bagaimana Coffee Rose dapat memenuhi perannya sebagai kafe ruang ketiga bagi para pelanggan muda. Keduanya dianalisis menggunakan perspektif third place dari Ray Oldenburg. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan strategi penelitian kualitatif dengan menggunakan salah satu pendekatan studi kasus. Pada proses pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara mendalam bersama informan pelanggan dan pihak Coffee Rose, serta dokumentasi secara langsung yang berasal dari para informan. Subjek pada penelitian ini ialah pelanggan yang berusia 18-25 tahun berjumlah lima orang sebagai informan inti dan tiga orang pihak Coffee Rose baik itu pengelola dan karyawan kafe dalam data sebagai bentuk Triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023-November 2024. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah kafe dapat mendukung kebutuhan sosial dan produktivitas pelanggan muda. Dengan menawarkan lingkungan yang nyaman, akses internet, serta suasana nyaman dan mendukung interaksi sosial, secara tidak langsung telah membentuk karakteristik dari ruang ketiga dalam kafe, yakni: netralitas, kesetaraan sosial, percakapan sebagai aktivitas utama, aksesibilitas, low profile, pelanggan setia sebagai kunci, suasana yang playful, serta rumah kedua. Dengan begitu, kafe menjadi pilihan menarik bagi generasi muda untuk berkerja, bersosialisasi, hingga mencari inspirasi. Coffee Rose memenuhi perannya sebagai kafe ruang ketiga bagi pelanggan muda dengan menciptakan suasana ramah dan inklusif. Melalui desain ineterior yang nyaman, fleksibilitas ruang, dan aksesibilitas digital, seperti Wi-Fi gratis, kafe ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong yang menyenangkan namun juga menjadi tempat untuk membangun jaringan sosial, mengekspresikan diri, dan menguatkan identitas kelompok pelanggan. ***** This research primarily aims to describe how cafes function as third place for young customers. Additionally, the study explains how Coffee Rose fulfills its role as third place café for these young consumers. The research employs a qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through observations, in-depth interviews with customers and Coffee Rose representatives, as well as direct documentation from informants. The study involved five key informants aged 18–25 and three representatives from Coffee Rose, including management and staff, to ensure data triangulation. The research was conducted from January 2023 to November 2024. The findings reveal that cafés can support both the social needs and productivity of young customers. By providing a comfortable atmosphere, internet access, and an environment that encourages social interaction, cafés inherently develop the characteristics of a third place, such as neutrality, social inclusivity, conversation as a central activity, accessibility, a low-profile setting, loyal customers as key participants, a playful ambiance, and a second-home feel. Consequently, cafés have become attractive destinations for young people to work, socialize, and seek inspiration. Coffee Rose successfully embodies the role of a third-place café by fostering a welcoming and inclusive atmosphere. Through comfortable interior design, flexible space arrangements, and digital accessibility—such as free Wi-Fi—this café serves not only as a casual gathering place but also as a hub for social networking, self-expression, and the reinforcement of group identity.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Asep Suryana, M.Si. ; 2). Prof. Dr. Robertus Robet, MA.
Subjects: Ilmu Sosial > Ilmu Sosial (Umum)
Ilmu Sosial > Sosiologi
Divisions: FIS > S1 Sosiologi
Depositing User: Ghefira Zahira Shofa .
Date Deposited: 07 Mar 2025 01:03
Last Modified: 07 Mar 2025 01:03
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/55008

Actions (login required)

View Item View Item