BENTUK KOMUNIKASI KELUARGA ETNIS BETAWI DALAM FILM SI DOEL THE MOVIE (2020) (Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce)

TAZKIYA HANAN, . (2026) BENTUK KOMUNIKASI KELUARGA ETNIS BETAWI DALAM FILM SI DOEL THE MOVIE (2020) (Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (624kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (763kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (815kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (508kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (549kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (919kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi bentuk dan pola komunikasi keluarga dalam film Si Doel The Movie (2020), serta mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya Betawi dimaknai dan disampaikan melalui praktik komunikasi keluarga yang ditampilkan. Fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana interaksi antaranggota keluarga menjadi sarana pewarisan budaya, nilai moral, serta pengukuhan identitas sosial masyarakat Betawi. Secara teoritis, penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk melihat makna tanda dalam komunikasi yang ditampilkan dalam film. Melalui konsep ikon, indeks, dan simbol, penelitian ini mengidentifikasi ekspresi, gestur, bahasa, serta situasi sosial sebagai tanda yang membentuk pemaknaan budaya dalam komunikasi keluarga. Selain itu, penelitian ini juga merujuk pada konsep komunikasi keluarga dan budaya Betawi untuk memperkuat analisis mengenai nilai kesantunan, kolektivisme, dan religiusitas dalam interaksi keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan pengamatan terhadap adegan-adegan kunci dalam film yang menampilkan praktik komunikasi keluarga. Proses analisis data mencakup reduksi data, kategorisasi tanda, serta interpretasi makna berdasarkan kerangka semiotika Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dalam film Si Doel The Movie direpresentasikan melalui pola komunikasi terbuka, egaliter, dan penuh empati, disertai humor sebagai penguat kedekatan emosional. Nilai-nilai budaya Betawi, seperti kesopanan, hormat kepada orang tua, religiusitas, gotong royong, dan keharmonisan sosial, tercermin melalui bahasa, gestur mencium tangan, nada bicara lembut, serta mekanisme musyawarah keluarga. Analisis semiotika mengungkapkan bahwa ikon, indeks, dan simbol dalam film menjadi medium penanda nilai nilai budaya yang hidup, merepresentasikan keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga dalam film tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya Betawi yang adaptif dan relevan dalam konteks kehidupan kontemporer. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa Si Doel The Movie (2020) tidak hanya menampilkan komunikasi keluarga sebagai interaksi interpersonal semata, tetapi juga sebagai refleksi sistem sosial dan budaya masyarakat Betawi yang dinamis. Pola komunikasi antargenerasi dalam film menggambarkan proses negosiasi antara nilai-nilai tradisional dan modern, di mana kesantunan dan penghormatan tetap dipertahankan meskipun terjadi perubahan cara pandang akibat pengaruh zaman. Representasi nilai budaya yang disampaikan melalui bahasa, simbol, dan tindakan sehari-hari menunjukkan bahwa komunikasi keluarga berperan penting dalam menjaga kesinambungan identitas budaya Betawi di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, film ini dapat dipahami sebagai bentuk narasi kultural yang menegaskan bahwa praktik komunikasi keluarga berfungsi tidak hanya untuk membangun keharmonisan internal, tetapi juga untuk mempertahankan eksistensi budaya lokal yang adaptif terhadap perubahan sosial. ***** This study aims to analyze the representation of forms and patterns of family communication in the film Si Doel The Movie (2020), as well as to examine how Betawi cultural values are interpreted and conveyed through the family communication practices depicted. The main focus of this research is to understand how interactions among family members serve as a means of transmitting culture, moral values, and reinforcing the social identity of the Betawi community. Theoretically, this research employs Charles Sanders Peirce’s semiotic approach to examine the meaning of signs in the communication presented in the film. Through the concepts of icons, indexes, and symbols, this study identifies expressions, gestures, language, and social situations as signs that construct cultural meanings within family communication. In addition, this research refers to theories of family communication and Betawi culture to strengthen the analysis of values such as politeness, collectivism, and religiosity in family interactions. framework. The research method used is descriptive qualitative with semiotic analysis techniques. Data were obtained through documentation study and observation of key scenes in the film that portray family communication practices. The data analysis process includes data reduction, categorization of signs, and interpretation of meaning based on Peirce’s semiotic The results show that family communication in Si Doel The Movie is represented through open, egalitarian, and empathetic communication patterns, accompanied by humor as a reinforcement of emotional closeness. Betawi cultural values, such as politeness, respect for parents, religiosity, mutual cooperation, and social harmony, are reflected through language, gestures such as kissing the elders’ hands, gentle tones of speech, and family deliberation mechanisms. The semiotic analysis reveals that icons, indexes, and symbols in the film function as media that signify living cultural values, representing a balance between tradition and modernity. Thus, this study confirms that family communication in the film does not only function as a means of delivering messages, but also as a medium for preserving Betawi culture in an adaptive and relevant way within a contemporary context. The findings also indicate that Si Doel The Movie (2020) portrays family communication not merely as interpersonal interaction, but also as a reflection of the social and cultural system of the dynamic Betawi community. Intergenerational communication patterns in the film illustrate a process of negotiation between traditional and modern values, in which politeness and respect are maintained despite shifts in perspectives influenced by changing times. The representation of cultural values conveyed through language, symbols, and everyday actions shows that family communication plays an important role in maintaining the continuity of Betawi cultural identity amid globalization. Therefore, this film can be understood as a form of cultural narrative that emphasizes that family communication practices function not only to build internal harmony, but also to sustain the existence of local culture that is adaptive to social change.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Marisa Puspita Sary, M.Si; 2). Sandy Allifiansyah, M.A., Ph.D.
Subjects: Ilmu Sosial > Komunitas Sosial, Ras dan Kelompok
Divisions: FIS > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: Tazkiya Hanan .
Date Deposited: 09 Feb 2026 08:33
Last Modified: 09 Feb 2026 08:33
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/65165

Actions (login required)

View Item View Item