FRAMING GAP KOMUNIKASI KELUARGA ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH (2025)

MAILAVIA FATIHA WAHYUDIANI, . (2026) FRAMING GAP KOMUNIKASI KELUARGA ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH (2025). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
REPOSITORY - COVER MAILA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
REPOSITORY - BAB I MAILA.pdf

Download (472kB)
[img] Text
REPOSITORY - BAB II MAILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (493kB) | Request a copy
[img] Text
REPOSITORY - BAB III MAILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (729kB) | Request a copy
[img] Text
REPOSITORY - BAB IV MAILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
REPOSITORY - BAB V MAILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB) | Request a copy
[img] Text
REPOSITORY - DAFTAR PUSTAKA MAILA.pdf

Download (272kB)
[img] Text
REPOSITORY - LAMPIRAN MAILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan gap komunikasi keluarga antara orang tua dan anak yang dapat memengaruhi kualitas hubungan dalam keluarga. Permasalahan tersebut direpresentasikan dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) melalui dinamika hubungan keluarga yang ditampilkan dalam konflik, perbedaan pemahaman, serta keterbatasan komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) membingkai gap komunikasi keluarga antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan teori framing Robert N. Entman yang terdiri atas empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap sembilan adegan yang merepresentasikan gap komunikasi keluarga serta wawancara dengan penulis skenario film sebagai triangulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film membingkai gap komunikasi keluarga antara orang tua dan anak melalui ketimpangan pembagian tanggung jawab, konflik komunikasi, perbedaan pemahaman, serta keterbatasan komunikasi terbuka dalam keluarga. Temuan tersebut tercermin pada dominannya indikator komunikasi keluarga berupa connected (keterhubungan emosional), clarity (kejelasan komunikasi), dan respect and regard (saling menghargai), yang menunjukkan belum optimalnya hubungan, pemahaman, dan penghargaan antaranggota keluarga. Film membingkai komunikasi terbuka, keterlibatan, serta tanggung jawab bersama sebagai nilai penting dalam membangun hubungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) membingkai gap komunikasi keluarga sebagai permasalahan yang terjadi ketika hubungan orang tua dan anak tidak dibangun melalui komunikasi terbuka, keterlibatan emosional, dan pemahaman bersama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian komunikasi keluarga, analisis framing, serta penelitian mengenai representasi hubungan keluarga dalam media film. ***** This study is motivated by the issue of the family communication gap between parents and children, which can affect the quality of family relationships. This issue is portrayed in the film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) through the dynamics of family relationships depicted in conflicts, differences in understanding, and communication barriers between parents and children. This study aims to analyze how the film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) frames the family communication gap between parents and children. This study employs Robert N. Entman’s framing theory, which consists of four elements: defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and recommending solutions. The research method used is qualitative, employing a framing analysis approach. Data were collected through observations of nine scenes representing the family communication gap and an interview with the film’s screenwriter as a triangulator. The research findings indicate that the film portrays the communication gap within the family between parents and children through an unequal distribution of responsibilities, communication conflicts, differences in understanding, and limited open communication within the family. These findings are reflected in the dominance of family communication indicators such as connected (emotional connection), clarity (clarity of communication), and respect and regard (mutual respect), which indicate that relationships, understanding, and respect among family members are not yet optimal. The film highlights open communication, engagement, and shared responsibility as important values in building family relationships. The conclusion of this study indicates that the film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) frames the family communication gap as a problem that arises when parent-child relationships are not built through open communication, emotional involvement, and mutual understanding. It is hoped that this study can serve as a reference for research on family communication, framing analysis, and studies on the representation of family relationships in film.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Nada Arina Romli, M.I.Kom
Subjects: Ilmu Sosial > Wanita,Pernikahan dan Keluarga
Ilmu Sosial > Komunikasi
Olah Raga dan Seni Pertunjukan > Film, Sinema
Divisions: FIS > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: Mailavia Fatiha Wahyudiani .
Date Deposited: 21 Aug 2026 07:29
Last Modified: 21 Aug 2026 07:29
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/72823

Actions (login required)

View Item View Item