IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK SISWA AUTISME DI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF (PENELITIAN STUDI KASUS DI SD ISLAM AL AZHAR 5 KEMANDORAN)

ISTI MAISUUN HANIIFAH, . (2026) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK SISWA AUTISME DI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF (PENELITIAN STUDI KASUS DI SD ISLAM AL AZHAR 5 KEMANDORAN). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (578kB)
[img] Text
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB) | Request a copy
[img] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (676kB) | Request a copy
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (437kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (459kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran inklusif bagi siswa autisme di SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran serta upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data penelitian terdiri atas satu siswa autisme, satu guru kelas, dan tiga guru bidang studi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen awal dilaksanakan secara informal melalui observasi tanpa menggunakan instrumen baku. Capaian pembelajaran dan materi pembelajaran mengacu pada siswa reguler karena M.A.N. mampu mengikuti pembelajaran di kelas, memahami materi yang diberikan, serta menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuannya, sedangkan penyesuaian dilakukan pada proses pembelajaran dan penilaian. Guru menggunakan media visual, audio, dan aktivitas langsung untuk mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi regulasi emosi, interaksi sosial, fokus belajar, dan kepatuhan terhadap aturan pembelajaran. Guru mengatasi kendala tersebut melalui arahan secara individual, pemberian waktu untuk menenangkan diri, serta penguatan positif berbasis minat. Kesimpulannya, pembelajaran inklusif berjalan cukup baik melalui pendekatan adaptif namun sekolah belum memiliki instrumen asesmen awal serta panduan pembelajaran inklusif. Rekomendasinya adalah sekolah perlu menyediakan panduan resmi dan instrumen asesmen terstruktur. Selain itu, diperlukan pelatihan atau workshop secara berkala bagi guru terkait dengan pembelajaran siswa di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. ***** This study aims to describe the implementation of inclusive learning for students with autism at SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran and the teachers' efforts in overcoming the obstacles encountered during the learning process. This research employed a qualitative approach using a case study method. The data sources consisted of one student with autism, one homeroom teacher, three subject teachers, and the school principal. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and drawing conclusions and verification. The results indicated that the initial assessment was conducted informally through observation without standardized instruments. Learning outcomes and materials adhered to the regular curriculum because M.A.N. was able to follow classroom instructions, comprehend the material, and complete tasks according to his capabilities, while adjustments were made during the learning process and evaluation. Teachers utilized visual, audio, and direct activity media to support student engagement in learning. The challenges faced included emotional regulation, social interaction, learning focus, and compliance with classroom rules. Teachers mitigated these challenges through individualized guidance, providing cool-down time, and interest-based positive reinforcement. In conclusion, inclusive learning functions reasonably well through an adaptive approach; however, the school lacks structured initial assessment instruments and official guidelines for inclusive learning. Consequently, it is recommended that the school provide official guidelines and structured assessment tools, alongside regular training or workshops for teachers on instruction in inclusive education schools.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Prof. Dr. Asep Supena, M.Psi ; 2). Dr. Murni Winarsih, M.Pd
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Khusus
Divisions: FIP > S1 Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Users 36854 not found.
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:56
Last Modified: 24 Aug 2026 02:56
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/72978

Actions (login required)

View Item View Item