ADVOKASI KOWANI HINGGA TERCAPAINYA UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA (1946-1974)

NADIA HAYYU FURUHITA, . (2026) ADVOKASI KOWANI HINGGA TERCAPAINYA UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA (1946-1974). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (500kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (490kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (601kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (482kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi latar belakang dan peranan Kowani sebagai federasi pergerakan perempuan di Indonesia dalam memperjuangkan tercapainya Undang-Undang Perkawinan Indonesia yang tercapai pada Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Penulis menggunakan metode historis melalui lima tahapan yaitu pemilihan topik,pengumpulan sumber, verifikasi, intepretasi, dan penulisan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peran Kowani dalam penyusunan Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Kowani yang didirikan pada Februari 1946 berkeinginan untuk mengkonsolidasi pergerakan perempuan dan memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia termasuk dalam ranah perkawinan. Pembicaraan mengenai desakan tentang Undang-Undang Perkawinan kepada pemerintah selalu menjadi pokok bahasan pada setiap pertemuan Kowani. Tidak cukup hanya di dalam Kongres, Kowani mengirim delegasi ke dalam parlemen untuk ikut dalam pembicaraan mengenai penyusunan Undang-Undang Perkawinan. Kowani dan DPR juga mengadakan pertemuan sehingga mencapai konsensus mengenai hal-hal yang harus terkandung dalam Undang-Undang Perkawinan. Salah satu hal yang ditekankan Kowani adalah keinginan mengenai batas usia dalam mengajukan pernikahan agar menghindari pernikahan usia dini. Perjuangan ini tercapai dengan disahkannyaUndang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada 22 Desember 1973 bertepatan dengan hari ibu. ***** This research aims to reconstructing the background and roles of Kowani as a federation of women's movements in Indonesia in fighting for the achievement of the Indonesian Marriage Law which was achieved in Law No. 1 of 1974 about marriage. The author uses a historical method through five stages, find and choosing the topic, finding sources, verification, interpretation, and writing.The results of this study indicate the role of Kowani in the drafting of Law No. 1 of 1974 concerning marriage. Kowani, which was founded in February 1946, wanted to consolidate the women's movement and fight for women's rights in Indonesia, including in the realm of marriage. Discussions about the demands for the Marriage Law to the government were always the topic of discussion at every Kowani meeting. Not only in Congress, Kowani sent a delegation to parliament to participate in discussions on the drafting of the Marriage Law. Kowani and the DPR also held meetings to reach a consensus on the matters that should be contained in the Marriage Law. One of the things emphasized by Kowani was the desire for an age limit for applying for marriage in order to avoid early marriage. This struggle was achieved with the ratification of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage on December 22, 1973, coinciding with Mother's Day.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Abrar, M.Hum. ; 2). Dr. Kurniawati, M.Si.
Subjects: Ilmu Sejarah > Kronologis Sejarah
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 34275 not found.
Date Deposited: 31 Jul 2026 03:19
Last Modified: 31 Jul 2026 03:19
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/67819

Actions (login required)

View Item View Item