KONTRIBUSI MENTORING KEISLAMAN DALAM PEMBENTUKAN KOMITMEN KEBANGSAAN MAHASISWA LEMBAGA DAKWAH KAMPUS SALIM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

DWI NUR ANJANI, . (2026) KONTRIBUSI MENTORING KEISLAMAN DALAM PEMBENTUKAN KOMITMEN KEBANGSAAN MAHASISWA LEMBAGA DAKWAH KAMPUS SALIM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (635kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (159kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (98kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (412kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (156kB)
[img] Text
LAMPIRAN DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Komitmen kebangsaan merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai generasi intelektual dan agen perubahan. Di tengah tantangan munculnya paham keagamaan yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan, pembinaan keagamaan di lingkungan perguruan tinggi menjadi ruang strategis dalam proses internalisasi nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kontribusi mentoring keislaman dalam pembentukan komitmen kebangsaan mahasiswa LDK Salim UNJ yang mencakup dimensi cinta tanah air, kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI, serta sikap toleransi terhadap keragaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentoring keislaman berkontribusi secara nyata dalam pembentukan komitmen kebangsaan mahasiswa. Pertama, mentoring menumbuhkan cinta tanah air melalui pembentukan kesadaran kewargaan, kepedulian terhadap kondisi sosial-kebangsaan, serta orientasi kontribusi sosial yang berkembang melalui diskusi isu-isu aktual dalam sesi news update. Kedua, mentoring membentuk kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI melalui pemahaman yang integratif antara nilai keislaman dan nilai kebangsaan sehingga kesetiaan terhadap negara dipahami sebagai bagian dari pengamalan agama. Ketiga, mentoring membentuk sikap toleransi terhadap keragaman melalui diskusi yang terbuka, penghargaan terhadap perbedaan pendapat dan mazhab, serta penjelasan mentor mengenai prinsip penghormatan terhadap keberagaman dengan tetap menjaga batas-batas akidah Islam. Komitmen kebangsaan tersebut tumbuh secara organik melalui proses interaksi, diskusi, refleksi, internalisasi nilai, dan keteladanan mentor dalam kelompok mentoring yang diperkuat oleh penggunaan landasan teologis berupa ayat Al-Qur'an, hadis, dan pandangan ulama yang diintegrasikan secara kontekstual dalam proses pembinaan. Namun, kontribusi tersebut belum ditopang oleh kurikulum kebangsaan yang dirancang secara eksplisit sehingga masih sangat dipengaruhi oleh kapasitas mentor dalam menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan realitas sosial dan kebangsaan. ***** National commitment is one of the important aspects that university students, as an intellectual generation and agents of change, need to possess. Amid the challenges posed by religious understandings that are not fully aligned with national values, religious mentoring within higher education institutions becomes a strategic space for the internalization of values. This study aims to describe and analyze the contribution of Islamic mentoring in shaping the national commitment of students at LDK Salim UNJ, encompassing the dimensions of love for the homeland, loyalty to Pancasila and the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), and tolerance toward diversity. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation study. The results show that Islamic mentoring contributes significantly to the formation of students' national commitment. First, mentoring fosters love for the homeland through the development of civic awareness, concern for socio-national conditions, and an orientation toward social contribution, cultivated through discussions of current issues in news update sessions. Second, mentoring builds loyalty to Pancasila and NKRI through an integrative understanding of Islamic and national values, so that loyalty to the state is understood as part of religious practice. Third, mentoring shapes tolerance toward diversity through open discussions, appreciation of differing opinions and schools of thought (mazhab), and mentors' explanations of the principle of respecting diversity while maintaining the boundaries of Islamic aqidah. This national commitment grows organically through processes of interaction, discussion, reflection, value internalization, and the exemplary conduct of mentors within mentoring groups, reinforced by the use of theological foundations Qur'anic verses, hadith, and scholarly views integrated contextually into the mentoring process. However, this contribution has not yet been supported by an explicitly designed national curriculum, so it remains heavily dependent on mentors' capacity to connect Islamic values with social and national realities.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Dr. Andy Hadiyanto, M.A; 2) Dr. Amaliyah, M.Pd.
Subjects: Filsafat, Psikologi & Agama > Agama (Filsafat dan Teori Agama)
Filsafat, Psikologi & Agama > Islam (Ajaran Islam dan pendidikan Islam)
Filsafat, Psikologi & Agama > Teologi dan Doktrin Agama
Ilmu Politik > Pancasila
Ilmu Sosial > Kewarganegaraan
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Users 34438 not found.
Date Deposited: 31 Jul 2026 01:57
Last Modified: 31 Jul 2026 01:57
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/67909

Actions (login required)

View Item View Item