MUHAMMAD ALIF AL RAIHAN, . (2026) PENERAPAN PEMBELAJARAN ILMU ALAT BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TURATS SANTRI PONDOK PESANTREN AL-KHAIRAAT BEKASI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (462kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (779kB) |
|
|
Text
Lampiran Skripsi.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran ilmu alat bahasa Arab di pondok pesantren Al-Khairaat Bekasi, serta melihat dampaknya terhadap kecakapan santri dalam membaca, menentukan kedudukan kata (i’rob), menerjemahkan, dan memahami teks turats. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui tes praktik lisan berbasis kerja, pengamatan, wawancara, serta analisis dokumen nilai rapor santri. Sebagai tolak ukur evaluasi, penelitian ini mengacu pada teori Nurjannah & Halim yang membagi kemampuan membaca turats ke dalam empat kemampuan utama: ketepatan memberi harakat, ketepatan dalam terjemahan, kemampuan dalam menerangkan kembali, dan kemampuan dalam mengi’rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu alat bahasa Arab di pondok pesantren Al-Khairaat diterapkan secara bertahap (tadarruj), berjenjang dari kelas persiapan (i’dad) hingga kelas 1-7. Sistem yang bertahap ini terbukti efektif, tercermin dari kemampuan santri dalam membaca teks yang sangat baik dengan perolehan nilai yang stabil di kisaran angka 90 hingga 100. Pada aspek penerjemahan, para santri mampu mengartikan kosakata bahasa Arab secara tepat. Menariknya, ditemukan dua gaya menerjemahkan di lapangan: 1) Pendekatan mengulang kalimat sebelum di artikan (diterapkan oleh Asyam dan Irsyad), 2) Pendekatan terjemahan langsung (diterapkan oleh Novel, Alwan, dan Zaidan). Sedangkan kemampuan dalam menjelaskan isi teks turats, rata-rata santri masih berpatokan pada makna yang tertulis secara literal. Namun, terdapat pengecualian pada santri seperti Zaidan yang mampu menjabarkan penjelasan (syarah) dengan lebih luas dan mendalam. Pada kemampuan menjelaskan i’rob tergolong sudah cukup memuaskan, meski tingkat kemandirian dalam menjawab masih bervariasi. Beberapa santri, seperti Novel dan Alwan, masih membutuhkan petunjuk pancingan (clue) dari penguji. Kondisi ini sejalan dengan catatan nilai rapor semester sebelumnya, dimana capaian kedua santri tersebut cenderung menetap di angka 80. Kata Kunci: Ilmu Alat, Membaca Turats, Nahwu Sharaf, Pondok Pesantren. ***** This study aims to examine the implementation of Arabic linguistic tools (ilmu alat) pedagogy at Al-Khairaat Islamic Boarding School, Bekasi, and its impact on students' proficiency in reading, grammatical analysis (i'rab), translation, and understanding of classical texts (turats). This study employs a descriptive qualitative method, with data collected through performance-based oral tests, observations, interviews, and academic report analysis. To evaluate students' proficiency, the study refers to the theory of Nurjannah & Halim, which categorizes turats reading skills into four primary indicators: accuracy in vocalization (harakat), translation accuracy, the ability to re-explain content, and proficiency in i'rab. The results indicate that the teaching of Arabic linguistic tools at Al-Khairaat is implemented gradually (tadarruj), spanning from the preparatory class (i’dad) to grades 1-7. This systematic approach has proven effective, as reflected in the students' excellent reading skills with stable scores ranging from 90 to 100. In terms of translation, students demonstrated the ability to interpret Arabic vocabulary accurately. Interestingly, two translation styles were observed: 1) A repetitive approach, where the sentence is repeated before being translated (practiced by Asyam and Irsyad), and 2) A direct translation approach (practiced by Novel, Alwan, and Zaidan). Regarding the ability to explain text content, most students tend to adhere to literal meanings. However, an exception was found in students like Zaidan, who could provide more extensive and in-depth explanations (syarah). Furthermore, proficiency in i'rab is considered satisfactory, although the level of independence in answering varies. Some students, such as Novel and Alwan, still require prompts (clues) from the examiner. This condition aligns with their previous semester's academic records, where their scores consistently remained at 80. Keywords: Linguistic Tools, Turats Reading, Nahwu Saraf, Islamic Boarding School.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Izzatul Mardhiah, S.Ag. MA. ; 2). Dr. H. Sa’dullah, S.Ag., M.Ag., M.Si. |
| Subjects: | Filsafat, Psikologi & Agama > Islam (Ajaran Islam dan pendidikan Islam) Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Arab |
| Divisions: | FIS > S1 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Muhammad Alif Al Raihan . |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 06:23 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 06:26 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/66114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
